Trending

Persyaratan Lazim Instalasi Listrik (Puil) Dan Standarisasi Notasi Nama (Simbol) Guru Listrik Keren

Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL)

Pernahkan anda berbelanja sebuah perlengkapan elektro , dan didalamnya terdapat sebuah buku tutorial untuk pemakainnya , berapa sumber tegangan yang sempurna untuk alat tersebut , perawatannya , serta hal-hal yang mampu membuat perlengkapan tersebut rusak. Nah buku tersebut dijadikan pemikiran supaya alat tersebut sanggup dipakai dengan optimal dan juga supaya terhindar dari kerusakan-kerusakan. itu ialah suatu ilustrasi , begitu pula jika kita hendak memasang sebuah instalasi lsitrik ada pedomannya , bukan asal pasang. Pedomen itu tertuang dalam PUIL.
Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL) yakni peraturan yang mengandung proposal atau standar wajib yang mesti dijadikan fatwa dalam pekerjaan pemasangan dan pemeliharaan instalasi listrik
Maksud dan tujuan dari dipakai PUIL selaku teladan dan pemikiran antara lain :
  1. Agar instalasi listrik mampu dioperasikan dengan baik
  2. Terjaminnya keselamatan manusia
  3. Terjaminnya keamanan instalasi listrik beserta perlengkapannya
  4. Terjamninnya keselamatan gedung serta isinya terhadap kebakaran 
  5. Tercapainya tujuan dari pencahayaan adalah terwujudnya interior yang efisien dan tenteram
Ketentuan biasa lain yang mesti dipenuhi ialah :
  1. Setiap instalsi harus ada rencan instalasi yang disetujui
  2. Instalasi listrik harus dirancang , dipasang , dan dipelihara sedemikian rupa sehingga tidak mengakibatkan ancaman kebakaran dan menghambat kebakaran
  3. Peralatan dan perlengkapan listrik yang dipasang harus menyanggupi kriteria dan tanda pengenalnya : nama dan logo pembuat , tegangan dan daya/arus pengenal. Data teknis lain yang disahkan SNI. Memenuhi ketentuan PUIL 2000 yaitu harus baik dan dalam kondisi berfungsi , dipilih sesuai penggunaan dan tidak boleh dibebani melebihi kemampuannya
  4. Instalasi listrik harus dilengkapi perlindungan/pelindung untuk keamanan , bantuan kejut listrik , thermal dan arus lebih , dan perlindungan tegangan lebih
  5. Instalasi listrik yang gres dipasang atau mengalami pergeseran harus diperiksa , diuji dan jikalau perlu dicoba sebelum dioperasikan , dan yang memnuhi ketentuan PUIL diberi akta
  6. Perencana , pemasang dan pemeriksa instalsi listrik mesti mempunyai izin dan mesti menggunakan tenaga teknis yang kompeten sesuai bidangnya
    Untuk itu pemerintah mengeluarkan buku ajaran untuk pemasangan instalasi tenaga listrik ini , yang namanya PUIL. Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL) ini sudah mengalami amandemen/pergantian yang tadinya PUIL 2000 diamanden menjadi PUIL 2011. 
    Bagi yang membutuhkan PUIL ini mampu di unduh di link dibawah ini :
    A. Standarisasi Notasi Nama dan Simbol
    Tujuan standarisasi yaitu untuk meraih kesamaan pengertian dan kesamaan gambar kerja , baik dalam bentuk maupun nama. Pada lazimnya bab yang distandarisasi sebagi berikut :
    1. Kualitas , ialah ukuran dan bentuk bab
    2. Simbol gambar
    Standarisasi dilakukanoleh badan dunia. salah satu tubuh dunia yang menanggulangi standarisasi terdapat di Ganeva , Swiss. Dua badan satandarisasi yang terdapat di swiss 
    1. International ElectrotechnicalCommmission (IEC) , yakni badan standarisasi dalam bidang teknik listrik. 
    2. International Organization for Standardization (ISO) , yaitu badan standarisasi dalam bidang-bidang kualitas , administrasi dan bidang yang lain
    Pada peluang ini kita akan membahas tentang simbol atau lambang yang harus diberi nama , hal ini berniat untuk membuat lebih gampang pengertian cara membaca gambar serta untuk keseragaman setiap gambar kerja. berikut ini 
    Notasi yaitu nama simbol atau gambar untuk huruf pertama , sedangkan nama untuk karakter kedua atau ketiga mampu berbentukindeks angka , seperti berikut ini :
    1. Berupa angka urut , contohnya 0 ,1 ,2 dan seterusnya
    2. Beberapa huruf selaku pembeda , contohnya M (main = utama) ; A (auxiliary = bantu) ; T (timer)
    Simbol pada gambar yang berbentukindeks angka harus urut. angka tersebut mampu dimulai dari angka 0 atau 1 dan tidak diperbolehkan dari angka 2 atau lebih. hal ini bermaksud untuk menjumlah jumlah simbol gambar yang dipakai dalam satu instalasi. pola bantuan simbol angka adalah F0 , F1 adalah simbol pengaman (misalnya sekering) sebanyak 2 buah.
    Selain notasi nama , ada pula notasi terminal yang perlu kita ketahui. berikut ini notasi terminal yang sanggup digunakan dalam gambar instalasi listrik 
    1. Notasi angka , 1 ,2 ,3 dan seterusnya
    2. Notasi aksara R , S , T dan seterusnya
    Berikut ini ialah hukum-hukum yang sering dipakai untuk menawarkan notasi nama dan notasi terminal pada suatu simbol gambar :
    1. Nama gambar ditulis dengan aksara balok dan ditaruh di sebelah kiri simbol.
    2. Nama terminal diletakkan disebelah kanan terminal dengan ketentuan selaku berikut. Simbol terminal berbentukangka. angka ganjil digunakan pada terminal masukan , sedangkan angka genap dipakai pada terminal keluaran. Sistem Amerika memakai huruf R , S , T selaku simbol terminal masukan. terminal keluaran memakai simbol U , V , W. Sistem Eropa memakai simbol L1 , L2 , dan L3 untuk masukkan. sedangkan T1 , T2 , T3  untuk terminal keluaran

    Post a Comment

    Previous Post Next Post

    Contact Form