Trending

Persyaratan| Maksud Dan Tujuan Instalasi Listrik Guru Listrik Keren

Kalaulah kini tidak ada listrik selaku penyedia keperluan energi bagi insan , apalah balasannya kehidupan insan sekarang ini. Listrik ialah energi yang bersih , mudah dibangkitkan , disalurkan , dikendalikan dan diubah menjadi bentuk energi lainnya , mirip energi gerak , cahaya , panas , dan energi yang yang lain. Oleh alasannya adalah itu energi listrik banyak dimanfaatkan untuk menunjang kehidupan , baik untuk rumah tangga , pelayanan biasa ataupun untuk industri/pabrik besar.


Pembagian instalasi sanggup dibagi menjadi dua berdasarkan kepemilikan instalasinya adalah instalasi miik PLN dan intalasi milik konsumen , mari kita perhatikan gambaran dari gambar berikut :


Dari gambar diatas bisa ditarik kesimpulan bahwa kepemilikan instalasi pemerintah (baca: PLN) adalah JTR (Jaringan Tegangan Rendah) , SR (Sambungan rumah) dan APP/Kwh meter yang seluruhnya itu ialah tanggung jawab atau kepemilikan PLN artinya jika ada kerusakan yang terjadi maka konsumen wajib memberitahukannya terhadap PLN , dan juga yang perlu diamati yaitu jangan sekali-kali menjajal untuk memodifikasi , menghancurkan dan mengambil instalasi tersebut alasannya akan ada sangsi atau denda yang akan dikenakan terhadap siapa pun yang berani merusaknya.
Sedangkan kepemilikan instalasi sesudahnya ialah instalasi milik konsumen atau konsumen , ini menjadi tanggung jawab si pemilik rumah dari mulai pembiayaan , pemasangannya sampai kerusakan yang terjadi. Oleh kesudahannya keterandalan dan keamanan yakni hal yang mutlak mesti diamati. maka jangan coba-coba memasang instalasi tersebut tanpa spesialis , konsultasilah kepada seorang instalatur yang telah teruji dan memiliki sertifikasi dalam keahliannya.


Bahaya Listrik
Disamping mempunyai fungsi yang sungguh besar , listrik juga memiliki ancaman-bahaya. Maka sistem pengaman/pinjaman mesti lebih diutamakan dan wawasan perihal listrik juga harus disosialisasikan terhadap konsumen. Berikut bahaya-ancaman yang ada pada listrik antara lain :
  1. Kejut listrik , arus lebih yang sampai ke badan menimbulkan cidera dan ajal
  2. Suhu yang tinggi , penyebab cidera luka bakar
  3. Api , menimbulkan kebakaran
  4. Gaya berlebihan yang mampu menimbulkan kerusakan
Selalu amati keselamatan dalam penggunaan dan pemakaian listrik , alasannya jika diibaratkan listrik ini seperti angin , tidak mampu diihat tetapi mampu dicicipi , selalu waspada dalam penghunaannya.

Syarat Utama Instalasi Listrik
Pemasangan instalasi mesti menyanggupi tiga persyaratan utama , jikalau tidak lengkap syaratnya maka tidak sah pemasangan instalasinya. Adapun syarat-syarat itu adalah
  1. AMAN , bagi manusia , ternak dan harta
  2. ANDAL , fungsinya selaku instalasi mesti "tokcer" /elok
  3. AKRAB , kepada lingkungan artinya tidak merusak lingkungan baik dalam operasi masuk nalar , ataupun gangguan

Intalasi listrik harus direncanakan , dipasang dan diperiksa semoga :
  1. Instalasi listrik mampu dioperasikan dengan baik
  2. Terjamin keselamatan manusia
  3. Terjamin keselamatan instalasi listrik beserta perlengkapannya
  4. Terjaman keselamatan gedung serta isinya kepada kebakaran listrik
  5. Terjaminnya sumbangan lingkungan
  6. Tercapai tujuan dari pencahayaan 
Standar dan Peraturan/persyaratan
Pemasangan listrik membutuhkan standar yang baku yang wajib ditaati dalam oleh pemasangnya , jadi setiap orang tidak bisa memilih sendiri kriteria dalam pemasangan instalasi listriknya , kalau setiap orang memiliki persyaratan sendiri-sendiri apa risikonya instalasi disuatu negara , pasti semerawut dan awut-awutan. Oleh sebab itu pemerintah mengeluarkan standarisasi nasional , berbentukperaturan dalam bentuk PUIL (Persyaratan Umum Instalasi Listrik)
PUIL 2011 yaitu adalah revisi dari PUIL 2000 , PUIL 2000 yaitu revisi PUIL 1987 yang yaitu revisi PUIL 1977. sebelumnya PUIL 1977 berlaku PUIL 1964 yang merupak saduran dari Agemeene Voorschriften Voor Electrische Sterkstroom-Installaties (AVE) 1937 (N2004). PUIL 2011 sejalan dengan keluarnya Standar Nasional Indonsia (SNI) :0225:1011 oleh BSN.


Seorang perencana harus berpedoman pada peraturan ini , dan juga memikirkan beberapa usulanuntuk meraih sebuah rancangan yang paling menyanggupi patokan dari pemilik bangunan atau pemesan tanpa mengabaikan usulanekonomi. beberapa bagian usulanantara lain :
  1. Keselamatan dan perlindungan
  2. Keandalan
  3. Kapasitas daya
  4. Biaya atau Ekonomi , lazimnya 7 s/d 15% dari biaya bangunan
  5. Perkembangan teknik dan kemungkinan ekspansi intalasi
  6. Instalasi , operasi dan pemeliharaan
  7. Standar dan peraturan
  8. Persyaratan khusus ,
Demikiannlah penjelasan singkat wacana kriteria , bahaya dan tujuan dari pemasangan instalasi listrik , gampang-mudahan bisa menawarkan menfaat.

Post a Comment

Previous Post Next Post

Contact Form